.............. sewaktu membaca ini aku tiba-tiba mengingat seseorang yang sudah lama suaranya tak ku dengar ditelvon kemudian mengajakku membicarakan hal-hal yang hanya aku dan dia bisa mengerti itu~ Hujan?” Dia mengganti kata ‘Halo’ dengan ‘Hujan?’. Saya tersenyum dan mengatakan, “Iya. Deras dan lama.” Di sana, dari balik jendela kamar yang berkilau tertimpa cahaya sore, dia merindukan hujan. “Mungkin besok atau nanti malam, hujan juga akan tiba di sana,” kata saya. Dia tertawa. Saya sangat mengenal tawa itu. Renyah dan seolah tidak mengandung apapun selain kebahagiaan. Kadangkala saya ingin meminjam tawa itu. Milik saya tidak cukup pandai menyembunyikan kerinduan, keresahan, kesedihan, atau hal-hal semacam itu. “Ada 13 pasangan sedang berbulan madu di kapal Titanic. Kamu tahu?” Saya tidak tahu hal itu dan tidak tahu kenapa dia tiba-tiba bertanya seperti itu. “Hari ini bumi lebih lambat 0,00000002 detik dibanding kemarin. Selalu begitu.” Saya berta...