Posts

Showing posts from 2016

perjalanan hidup di tahun 2016

Image
Ternyata kita sudah sampai di penghujung tahun ini, perasaan baru kemarin saya menyambut tahun  baru dengan amarah karena seseorang berhasil mengabaikan telvon dan pesan saya, (iya tahun baruan mah orang pesta dan senang, gue malah marah-marah kek emak-emak  hahaha bangke gue jadi buka aib :p) -dan dengan segala modifikasi alur hidup yang naik turun,  tiga ratus enam puluh lima hari pun terlewati. Saya tiba pada suatu waktu di mana saya menulis ini, ingatan saya berpacu pada hal-hal yang telah terlalui di tahun 2016 yang membuat saya selalu mengucap syukur tentang apapun yang telah terjadi di hidup. Banyak sekali hal yang membuat saya terus merasa betapa terberkatinya diri ini, pun tak sedikit hal membuat saya tertegun tentang hal-hal yang pernah membuat diri putus asa, marah, kecewa dan menangis, tapi saya kembali mengucap syukur bahwa saya mampu melewati semua tahapan hidup itu. Dimulai dari wisuda saya di awal tahun, akhir dari perjuangan saya kurang lebih ...

Sendirian ke Sulawesi Tengah

Image
Kenapa solo traveling ke Sulawesi Tengah? Karena sebenarnya pengen ke Luar Negeri tapi dananya belum cukup,hahaha Keberangkatan saya ke Sulawesi Tengah- Palu, adalah hal yang tidak terfikirkan bagi sebagian orang, “mau cari apa di Palu?, Palu itu kering dan panas” itulah beberapa tanggapan orang ketika mendengar tujuan selanjut saya adalah Kota Palu. Tujuan kota wisata ini memang (belum) hits di kalangan pelancong.  Tapi percayalah, Kota ini sudah masuk list saya dari tahun lalu, tapi baru bisa terealisasikan Bulan November 2016.  Alasan lainnya, ada sebuah ingin menginjakkan kaki di semua Provinsi Sulawesi, dan yang tersisa hanya Gorontalo dan Sul-Teng (lainnya memang pernah tapi hanya kunjungan keluarga), dan berhubung karena tiket ke Sul-Teng lebih  murah maka berangkatlah saya.   eh tapi sendirian gini,masih ada kok yang ikklas potoin Masalah lain ketika melakukan solo traveling itu adalah mencari host yang siap menampungmu. Iya saya backpacke...

pertemuan acak

Kau dan Aku dipertemukan secara tiba-tiba, Tanpa aba-aba semua mengalir begitu saja, Seperti kawan lama yang tak saling bertukar kabar, Kita seolah tenggelam dalam pembicaraan yang entah seperti apa, Kamu dengan duniamu, Aku dengan duniaku, Kita berangkat pada dunia yang berbeda, memulai hidup di dunia yang berbeda, dan sekarang melanjutkan hidup-pun di dunia yang berbeda pula, Sekali lagi tak ada yang bersinggungan, Hingga suatu ketika aku mengirimkanmu sebuah pesan di media- tempat kita merangkum cerita perjalanan masing-masing,  tempat di mana kita saling melirik kisah hidup yang hampir sama tapi jelas berbeda, tanpa ada maksud lebih, percakapan panjang tercipta. Dan sepertinya takdir ingin mempermainkan kita, aku mengunjungi kotamu, rencana itu sudah lama sekali  terbenam dalam inginku, tapi baru tersalurkan tepat saat aku tahu bahwa kamu ada di Kota itu. Kebetulan yang menarik bukan? Aku masih ingat saat pertama kali bertemu ...

Gunung Latimojong ; Perjalanan menuju atap tanah (Kelahiran) Sulawesi

Image
Gunung Latimojong adalah gunung yang paling ingin saya tapaki tahun ini, gunung ini menjadi daftar nomor satu di list inginku. Beberapa ajakan berdatangan, sempat tergiur dan tergoda, tapi ku tepikan demi satu ingin menapakinya bersama mereka. Dan ternyata di penghujung bulan July salah satu mimpi tercapai, menapaki atap Tanah Kelahiran, Puncak Rante Mario. Atap Sulawesi Jumlah personil awal dari pendakian ini sebenarnya 6 orang dari latar belakang dan kota berbeda, tapi seperti biasa gunung selalu memilih pengunjungnya sendiri, gugur 3 orang dengan alasan yang berbeda, tersisalah kami bertiga, Icad, Bang Oci, dan saya sendiri. Dan sejujurnya saya juga hampir mengudurkan diri dari pendakian ini tapi Latimojong masih mengizinkanku untuk bertandang ke alamnya. Perjalanan dengan persiapan ala kadarnya, bagaimana tidak kami masih berada di dalam bioskop menonton Jilbab Traveler pukul 21.00 WITA, sedangkan kami akan dijemput oleh mobil sewa ke Desa Barakah, Enrekang pukul 24.0...

denpasar

ku tarik garis lurus antara makasar dan denpasar, jaraknya hanya 15CM di peta yang tergantung di kamarku, aku tertawa kecil "wah dekat yah" candaku di ujung telvon. namun seketika kamu menyeretku kembali ke dunia nyata, bahwa jarak sebenarnya ribuan KM, berhari-hari jika ingin mengarunginya melalui lautan.  aku berusaha untuk keluar dari tumpukan aksara dengan alunan suara lembutmu, memaksa imajinasi yang semakin liar berkelana dalam ingatan.  seketika aku terhenti pada beberapa potong adengan, canda-candaan usang dari sebuah kedai kopi di awal pagi, rentetan jalan yang sering ku lalui bersamamu dikala terik menusuk kulit dan hujan menghujam bumi, bahkan aku mengingat dengan jelas kamarku yang sudah berganti berpemilik,  ah kenangan itu membuatku lemah tak berdaya, jarak seolah menjadi kaca pembesar, membuatnya dekat tapi  melihatnya dengan mata telanjang, jauh dan tak terjangkau.  aku menikmati rindu di ujung malam, membuatku tenggelam da...

aku pasti kemBali

Ku amati lamat-lamat sayap pesawat yang siap lepas landas membelah awan dan meninggalkan Pulau yang telah menempaku menjadi seperti sekarang ini. Pikiran mulai menerawang betapa tempat yang akan segera ku tinggalkan ini menyimpan banyak sekali cerita hidup yang begitu menghidupkan. Rasanya seperti baru putus dengan kekasih, sedih karena disiksa kenangan. Begitulah perasaanku ketika meninggalkan Bali untuk ke dua kalinya. Perasaan yang beda saat meninggalkan Bali pertama kali, ada perasaan “aku pasti kembali dalam waktu dekat”, setidaknya itu menenangkan walaupun aku tak tau kapan. Namun kini, di bandara yang sangat ramai dengan kepergian dan perpisahan perasaan itu tidak muncul, yang ada hanya rasa kehilangan yang entah datang dari mana, seolah menjadi pertanda. Keberadaanku yang kurang lebih 10 hari di Bali ku pakai dengan baik, setiap tempat yang ku kunjungi selalu melemparku ke masa lalu, kemudian bertanya dalam hati terakhir aku ke sini sama siapa dan kapan, seolah bernost...

bersama-mu aku hidup

dari perempuanmu- bersamamu aku bahagia, hanya saja di beberapa waktu sedih menghampiri ketika keterabaian menyelekit hati, bersamamu aku mengerti, mencintai dengan tulus tanpa berharap kembali itu seperti apa rasanya,  bersamamu aku tau, bahwa bersama tak selalu sama walau akhirnya memilukan, bersamamu aku kehilangan, seorang teman cerita yang dulu menghangatkan, seorang sahabat tempat berbagi suka duka hidup, seorang kekasih yang selalu menerima semua kurangku, seorang kakak yang selalu menjadi panutan dalam menjalani hari, bersamamu aku belajar, bahwa mencintai itu harus tangguh meski jatuh berkali-kali.  bersamaku aku hidup, sekaligus lenyap tersapu pilu. 

Perjalanan menggapai atap Sumatera ; Gunung Kerinci 3805 mdpl

Image
Mungkin bagi sebagian orang, perjalanan ini biasa saja, tapi bagi saya pribadi perjalanan ini perjalanan yang paling banyak mengubah saya sebagai pejalan itu sendiri. seperti mimpi yang menjadi kenyataan, begitulah rasanya ketika sampai ke atas sini Terburu-buru kami mengejar bis yang hendak berhenti, “gilmanuk pak?”    Tanya bang oci, “iya dek, naik aja, langsung cari tempat duduk yang kosong”, balas kernek bis jurusan Banyuwangi itu. Tengah malam di pinggiran jalan Menguwi, saya memulai langkah sendirian, membawa si merah yang selalu setia di pundak. Perjalanan ke Sumatera dari Bali adalah perjalanan pertama saya sejauh itu seorang diri. Meyakinkan diri ketika seorang diri di atas kapal penyebrangan Bali-Jawa bahwa semua pasti berjalanan sesuai rencana. Pukul 04.00 WIB saya tiba di Banyuwangi, berjalan seorang diri dari pelabuhan Ketapang ke Stasiun Banyuwangi Baru cukup membuat saya menjadi pusat perhatian. Sempat digodaian abang-abang yang mengira say...

sahabat perjalanan

Image
Keseringan berpergian sudah ku bawa sejak aku masih kecil. Berkelana keluar rumah sampai mangrib, main ke komplekas sebelah yang sudah cukup jauh sehingga membuat mama sering kwatir. Hal itu terus berlanjut sampai sekarang. Salah satu Alasan aku kuliah di Balipun supaya bisa selalu jalan-jalan tanpa larangan orang tua, dan terbukti walaupun 2 tahun awal  kuliah ku gunakan untuk berorganisasi di kampus menghabiskan waktu mengurusi masalah yang bukan masalah aku sendiri, tapi aku tidak pernah menyesal karena organisasi inilah yang juga membuat aku berpergian walaupun masih dengan embel-embel “urusan kampus”.  Sampai aku tiba di titik balik di mana jalan-jalan seolah melekat dalam hari-hariku, bertemu dengan mereka yang mempunyai hobby sejalan denganku. Senang berpergian, menikmati suka-duka perjalanan, merindukan ketinggian, dan menyukai alam bebas. Bisa dikatakan aku adalah anak yang beruntung karena banyak juga yang menyukai berpergian tapi terkendala di “teman seperjalan...

menyembunyikan rasa

Belakangan ini beberapa dari orang terdekatku sedang dilanda putus cinta. Walaupun alasan mereka putus berbeda tapi alasan mereka bersedih tetaplah sama. Tidak bisa dipungkiri beberapa bulan terakhirpun kesedihan menghampiri hidupku alasannya sama dengan mereka. Namun bedanya, saya memilih untuk merasakannya sendiri. Sering sekali sahabat-sahabat saja mengatakan bahwa saya adalah orang yang paling sok kuat di dunia ini padahal hatinya hancur sejadi-jadinya. Saya hanya bisa tertawa mendengar itu semua. Memang benar saya adalah wanita yang paling sok kuat dari semua yang mereka kenal. Tapi itu adalah pilihan yang sudah menjadi kebiasaan dalam hidupku. Memakai topeng berlapis-lapis sehingga tak ada yang tahu apa yang sedang saya rasakan. Bukan hanya tentang patah hati, melainkan jatuh cintapun sedemikian rapat saya simpan sampai kalian sendiri yang tahu dengan cara lain. Bagi yang mengenal saya, kalian pasti tahu bahwa saya jarang sekali meng upload foto bersama pacar di sosial ...

semestamu menjatuhkanku

semestamu datang saat ketakutan ini memporak-porandakan pikiranku, tenang, saat sekitarku tenang, tapi tidak denganku, aku benar-benar resah..  ketakutan mengejarku saat kau menjatuhkan semestaku kedalam ketenanganmu, ah ada apa ini? mengapa rasanya hangat. sehangat selimut di kamarku... tak ada daya untuk tak memperdulikannya,  kau trus mengganggu dengan ketenanganmu, di saat ketakutanku semakin menjadi, bahkan hampir membawaku jatuh ke dalam rasa takut itu. kau masih disitu.  jangan berlalu dari lamunanku. aku tak akan takut lagi. bahkan saat rasa takut itu hidup dalam diriku, persis saat semesta mempertemukan mata ini dengan duniamu.  pun aku akan siap, menerima semestaku yg akan berlalu seperti dulu , saat semua ku anggap telah mendekati kata sempurna. untuk tenangku yang mengelisahkan, berlalulah sekarang karena kau masih kuberi kesempatan.  january 2015

hujan bulan november

hujan bulan november seperti kabar baik yang selalu dinantikan, seperti kehidupan baru yang akan segera dilahirkan, pada bulir-bulir air yang jatuh perlahan terselip doa-doa dari  bumi yang gersang, dan kami yang kekeringan,  hujan bulan november, ditandai dengan rintik jatuh memecah tanah, terhempas memukul bumi,  menerbos cepat di udara,  di ikuti dengan hujan kecil yang jatuh membasahi pipi, karena sepenggal kisah telah hilang bersama daun-daun kering yang akan segera tersapu oleh hujan bulan november.