Posts

Showing posts from March, 2015

gelang warna-warni

Aku mengenal seorang laki-laki yang mencintai gelang. Ia memakai gelang setiap saat, tak mengenal ruang, tak tau tempat, tak ingat waktu. bahkan saat ia mandi pun saat ia tertidur. gelang warna-warni itu masih melingkar angkuh di tangannya. Aku tak pernah tahu alasan dia mencintai gelang karena apa, mungkin karena itu memperlihatkan identitasnya sebagai pejalan atau tangannya terlalu liar sehingga butuh pengikat? Laki-laki ini menumpuk banyak sekali rahasia di dalam tawanya, dan mengepal banyak sekali kisah di dalam lipatan tangannya.. Kamu tidak akan pernah melihat dia marah, kesabaran telah berbuah di dalam hatinya, bahkan tak akan habis terpanen beratus-ratus hari lamanya. Kalau kamu mengamati bahu kirinya yang turun, lalu ke salah satu jemarinya. Kamu akan melihat rokok yang hampir tidak pernah lepas dari tangannya. Gayanya yang selalu mencium aroma batang rokok sebelum mengubahnya menjadi asap adalah ciri khasnya. Terlalu peka bahkan hanya sekedar bau nakotin yang ...

sebentar lagi

Hay semestaku, Sebentar lagi jarak akan mengujii kita, Membuat kita menjadi tabah memanen rindu, Memaksa kita memberi makan kesabaran agar ia terus hidup. Hay semestaku, Sebentar lagi tak akan ada senja yang akan bersepadan, Tak ada kopi yang terteguk bersamaan, Tak ada langkah kaki yang saling beradu,  Hay semestaku, Jika nanti ada yang lebih menarik dari pada senjamu di langit sini, Masih bisa kah kau tetap mengabadikan senja untukku, Atau mungkin jika nanti ada cangkir-cangkir kosong yang akan menemanimu menembus dinginnya pagi, Masih ada kah suara mesra di ujung telvon menyapaku di setiap pagi saat aku menyeduh kopi pahit, kesukaanmu.. Hay semestaku, jika ada jaket hangat beraroma lain yang akan kau kenakan saat salju datang menusuk tubuh kecilmu, masihkah adakah pelukan yang terdengar melalui suara hangat di tengah cuaca dingin mengingil untukku, hay semestaku, sebentar lagi.. dunia akan berbalik, dunia akan berbeda, ...

semesta(mu)

semestamu datang saat ketakutan ini memporak-porandakan pikiranku, tenang, saat sekitarku tenang,  tapi tidak denganku, aku benar-benar resah.. ketakutan mengejarku saat kau menjatuhkan semestaku kedalam ketenanganmu,  ah ada apa ini? mengapa rasanya hangat. sehangat selimut di kamarku... tak ada daya untuk tak memperdulikannya, kau trus mengganggu dengan ketenanganmu,  di saat ketakutanku semakin menjadi,  bahkan hampir membawaku jatuh ke dalam rasa takut itu. kau masih disitu. jangan berlalu dari lamunanku.  aku tak akan takut lagi. bahkan saat rasa takut itu hidup dalam diriku, persis saat semesta mempertemukan mata ini dengan duniamu. pun aku akan siap, menerima semestaku yg akan berlalu seperti dulu ,  saat semua ku anggap telah mendekati kata sempurna. untuk tenangku yang mengelisahkan,  berlalulah sekarang karena kau masih kuberi kesempatan. puisi pertama yang tercipta saat semestamu datang kepadaku. ...

22

Image
Kehidupan adalah sebuah perjalanan. Menemukan orang-orang baru, atau singgah di persinggahan baru. Kemudian aku tiba persinggahan  umur baru. 22 tahun sudah aku mengarungi luasnya kehidupan, dan panjangnya perjalanan yang harus di tempuh.   Sudah beberapa kali mengalami kekecewaan, dan sudah banyak kali aku bangkit untuk terus menemukan kebahagian. Tak banyak yang membuatku patah, dan tak sedikit pula yang terus membuatku bahagia. Terkadang semesta membuatku terpuruk, tak jarang pula semesta begitu baik kepadaku. ah bukankah memang dunia, harus seimbang.. Banyak hal yang harus ku syukuri, termasuk aku selalu dikelilingi orang-orang yang selalu menyanyangiku dan banyak kesempatan yang luar biasa diberikan Tuhan kepadaku. Terima kasih, untuk kehidupan yang semakin lebih baik. Kehidupan yang semakin memaksaku untuk menjadi dewasa, terlebih umur baru yang baru melekat padaku. Semoga aku setelah ini bisa belajar dan terus belajar menjadi dewasa. dunia yang menu...

agung yang mengagumkan

Image
Setelah sibuk berkutat dengan skripsi dan kesibukan “baru” yang cukup menyita waktu, akhirnya baru kesampaian nulis tentang perjalanan ke Gunung Agung. Atap pulau Bali, puncak tertinggi di pulau dewata, tanah paling suci di negeri seribu pura ini. Pagi yang cerah mengawal langkah kami menuju Pura Besakih. Yah jalur ke Gunung agung ada dua melalui pura besakih dan pasar agung. Tapi karena jalur pasar agung terlalu ekstrim , akhirnya kami mengambil jalur yang sedikit aman tapi cukup jauh : Pura Besakih.   full team, we'r ready to agung .. mampir mengisi tenaga Setelah sampai, kami di hadang oleh penjaga pintu masuk Pura besakih. Satu hal yang perlu kita tahu ketika mau mendaki gunung agung. Mendaki gunung agung kudu pakai Guide yang dihargai perteam (terdiri dari 3-4 orang) Rp.300.000-400.000. tapi karena kami membawa kuncen agung, jadi kami percaya diri bahwa mendaki kali ini akan gratis. Hahaha fyi, kalau mau mendaki gratis, mulai mendaki saat malam hari tap...