Posts

Showing posts from July, 2014

lelah

Hari berlalu semakin cepat, sehingga terkadang kakiku kelelahan mengejarnya. Tak terasa, July sudah mulai hampir berganti ke bulan agustus yang entah seperti apa.   Aku lelah. Itulah yang bisa menggambarkan kondisiku sekarang. Aku lelah dengan rutinitasku yang seperti ini. tidak produktif, hanya bisa bersenang-senag menhamburkan uang untuk sesuatu yang tidak cukup penting.  Aku lelah untuk semua masalah hidup yang tak pernah surut menghamtam hidup. Lelah berpura-pura baik-baik saja tapi sebanarnya aku kelelahan. Bahkan setiap malam, aku selalu berusaha keras untuk terlelap dari biasanya. Setidaknya dengan tertidur aku bisa membunuh waktu yang terus berlari. Namun, aku selalu gagal.  Mungkin aku butuh liburan atau piknik ceria dengan orang-orang yang menyenangkan, untuk sesaat melupakan semua yang terjadi. Sudah kulakukan, akhir mei kemarin tanpa ada yang mengetahui aku tiba-tiba memutuskan berangkat ke Jogjakarta, bahkan diapun kuberi tahu h-2 sebelum aku bera...

hujan pagi yang kepagian

Ku tanyakan pada langit, Mengapa kita berdua ada disini, sepagi,  sedingin, dan seteanang ini, Aku dan kamu berada dalam pemandangan begitu menakjubkan, membicarakan tentang apa saja tanpa harus memikirkan banyak hal. Aku dan kamu berada dalam dimensi berbeda yang begitu asing tapi mengasikan, kita menghridup udara segar yang begitu menyejukan. sambari menunggu terang di penghujung malam menuju pagi. Kamu tersenyum, aku tertawa, kita bahagia. ------- aku terbangun seketika saat mendengar suara amukan dari langit, gelap dan basah, menarik selimut adalah pilihan paling baik saat itu, dibawah selimut, aku bergugam dalam hati “ah yang tadi hanya mimipi, ................” hujan pagi yang terlalu kepagian di pagi itu, membuat senyum, tawa dan bahagia menjadi sebuah pagi yang sangat dingin, dan membuat semuanya menjadi tidak tenang termasuk hati ini..

padamu ku temukan diriku

Padamu ketemukan sebuah penciptaan, Sesudah aku bermain tentang angan yang diterbangkan angin entah kemana, Padamu aku menemukan kejatuhan, Sesudah,   aku tak pernah percaya akan terjatuh lagi, padamu ketemukan diriku, setelah aku kehilangan diriku sendiri, Padamu aku menemukan sebuah kasih yang luar biasa, Tentang sebuah pengampuan tanpa syarat, Padamu aku menemukan sebuah jalan yang menakjubkan. Tentang sebuah pertanggungjawabkan yang begitu menyakitkan, Padamu, Aku mengaku, Kamulah penciptaan   yang dititipkan sang Pencipta, Kepadaku, Untuk membawa pesan ini, sehingga membuatku mengerti bahkan memahami alasanNya menciptakan kejatuhan itu..