Posts

Showing posts from 2020

Mari Istirahat sejenak!

Image
"It’s better to have a short life that is full of what you like doing, than a long life spent in a miserable way ”  itu adalah  kutipan dari penulis sekaligus filsuf idola saya--Alan Watts yang jujur, menohok  tapi membuat saya  sangat bersyukur karena sudah hidup di jalan yang sudah saya pilih. Sebagai makhluk yang bebas dan menjunjung tinggi kemederkaan mutlak atas diri saya sendiri. Tentu diikuti dengan pertanggung jawaban berlapis. Namun ternyata tidak salah pilih bukan tolak ukur penuh hidup akan jauh lebih bahagia. Karena inilah  pikiran saya langsung ramai oleh pertanyaan retorika; kalut dalam krisis identitas. Bukan krisis identitas seperti remaja pada masa akil balik. Krisis identitas yang lebih utuh, mempertanyakan esensi eksistensi saya selama ini seperti apa?,- Atau pertanyaan dilematis ; Saya sedang mencari apa, mengapa saya lelah sekali? Bukankah sudah banyak mimpi yang tercapai? Lalu kali ini apalagi?  Ternyata waktu terlalu cepat bera...

Jatah Bahagia

tak ada senja di jalan pulang kali ini ia tertutup oleh langit hitam, ditemani guyuran hujan gerimis, tidak deras tapi membuat pandangan menjadi tidak jelas. bunyi klakson bersaut-saut, kendaran berbaris-baris, pak polisi berdiri mengatur, seolah sedang mengantri dibagikannya jatah kebahagian. oh atau memang bentuk kebahagian itu adalah tujuan mereka mengantri di jalan yang sesak ini karena di-akhir perjalananya ada yang menunggu kehadiran mereka?--tempat yang mereka sebut rumah. rumah yang tidak hanya berbentuk bangunan, lebih dari pada itu, ada yang berbentuk pelukan, ada yang berbentuk telinga yang siap mendengar semua keluh kesah hari ini, ada teriakan nyaring riang gembira, atau sekedar menanti makanan yang sudah disiapkan oleh dia yang menjadi tujuan selalu ingin cepat-cepat pulang. hujan masih turun, kali ini menjadi deras, sambil meminum es kopi tadi sore yang sudah berubah rasa menjadi air tawar, ku amati lamat-lamat sekeliling dan menyadarinya bahwa ; tak ada jatah bahagia ka...

Merayakan Ingatan ; Gunung Rinjani

Image
Beberapa waktu lalu, disela obrolan ringan  dengan seorang kawan terselip satu pertanyaan yang cukup menggelitik, pertanyaan itu ;  “Gunung apa yang paling berarti buat saya?”. Lantas saya berfikir sejenak, kemudian menjawab dengan penuh keyakinan bahwa Gunung Rinjani paling berarti buat saya. Lantas, ingatan saya terlempar jauh pada masa-masa yang terjadi di gunung itu, gunung tercantik, begitulah kata orang-orang. Gunung Rinjani adalah Gunung tertinggi pertama saya, saat ambisi naik gunung baru naik ke pucuknya. Saya menyambangi Gunung Rinjani 3 kali, pertama kali di tahun 2014 dan Bulan Maret dan May di tahun 2016, dengan orang-orang yang berbeda dengan suguhan cerita yang luar biasa. Di gunung rinjani saya pernah menahan tangis karena masalah cinta yang sudah tidak ada kelanjutannya, kemudian tumpah di malam yang dingin ditemani sahabat saya kala itu, saya ingat bagaimana danau segera anak menjadi saksi bisu bagaimana cinta membuat saya dulu tampak lemah, nyatanya...

Perjalanan Menggapai Himalaya : (Bagian II : Terima Kasih Annapurna untuk semua keramahanmu)

Image
Khatmandu, 27 Desember 2019, 06.55 AM Dingin semakin menusuk kulit, matahari baru muncul tapi tidak terlihat wujudnya. Tepat pukul 07.00 kami bergegas ke pinggir jalan, untuk mencari Bis ke arah Pokhara. Ada 2 jenis BIS yang bisa digunakan :  -  Bis Lokal, tentu jauh lebih murah. Tapi tidak akan mendapatkan kenyamanan karena No AC, kamu akan duduk dengan warga lokal yang membawa belanjaan mereka. Yah kalau di Indonesia mirip2 BIS Ekonomi. Tapi karena cuaca di Nepal itu dingin jadi tidak masalah sih kalau Non AC haha -   Bis Turis, kalau ini Jauh lebih mahal. Tapi sudah berAC. Walaupun masih kerenan BIS AC lintas Jawa, haha  Jarak tempu Khatmadu-Pokhara memakan waktu 7-9 Jam. Dengan 2 kali singgah untuk Istirahat dan makan siang. Jalurnya? Jangan berharap semulus dengan jalan lintas provinsi di Indonesia, jalannya masih sangat terjal, berdebu, menyisir gunung, dan rusak. Pokhara adalah Ubudnya Bali, Entah, sewaktu saya tiba di Pokhara. Saya la n...

Perjalanan Menggapai Himalaya (Bagian I :Dari Mimpi Kecil menjadi Kenyataan yang besar)

Image
Ada sebuah pertanyaan di sebuah buku yang pernah saya baca yang cukup membuat saya berfikir lama “adakah sebuah mimpi masa kecilmu yang kamu berhasil wujudkan?” Jawabannya : sepertinya belum ada. Yang saya ingat mimpi saya waktu saya masih SD itu ada 2 : Jadi seorang Wartawan dan pergi ke Luar negeri sebelum saya menikah. Hmm Seorang anak SD yang mimpinya cukup spesifik juga. Dan karena point pertama saya tidak bisa wujudkan, bukan karena saya tidak mampu tapi karena yah tidak saya kejar saja. Saya biarkan hidup sendiri yang membawa saya ke mana harus berlabuh. Dan ternyata memang hidup membawa saya pada pekerjaan saya sekarang yang sangat jauh dari dunia Jurnalist.   Dan karena point 1 sudah tidak bisa diwujudkan   lantas mari kita wujudkan mimpi ke dua saja. berjalan menggapai mimpi -------------------------   Dengan banyak sekali pilihan dan pertimbangan saya memilih “Nepal”. Alasannya karena saya memang suka melakukan kegiatan di alam beba...