Posts

Showing posts from November, 2015

Gunung Argopuro (II) : Gunung terlengkap sejauh kaki melangkah

Image
Cikasur-Cisentor 4,5 Jam Jalur ke Cisentor di sambut dengan tanjakan yang cukup terjal dan melelahkan, namun bukan lagi savanna cokelat yang akan kita lihat melainkan savana hitam. Sungguh, bumi membakar dirinya sendiri melalui mataharinya, tapi ajaibnya walaupun habis terbakar, jalur ke cisentor masih sangat jelas, dan yang tidak terbakar hanya lintasan jalur itu saja, semuanya benar-benar habis terbakar. Setelah melewati beberapa savana hitam, kita akan melipir ke tebing yang seperti habis longsor, melewati batang-batang pohon yang tumbang karena kebakaran, patahan ranting-ranting pohon, dan beberapa titik api yang masih cukup panas. Kemudian setelah itu kita akan turun lagi ke bawah lembah yang cukup curam,  perlahan suara gemercik air terdengar dan sebuah bangunan semacam shalter terlihat, akhirnya kami tiba di post ngecamp cisentor. Oh iya, sebelum kami berangkat, kabar bahwa argopuro terbakar memang dikonfirmasi bapak Sus bahwa itu betul, tapi kebakaran itu hanya di Cis...

Gunung Argopuro (I) : Java's longest track

Image
“ Tak perlu banyak orang untuk bisa mendaki gunung, siapa yang siap itulah yang akan berangkat.” Mungkin kalimat ini sangat pas dengan pendakian kami ke Gunung Argopuro. Kami hanya bertiga, saya, bang oci dan bang icad. Berbekal dengan sebuah tekad dan persiapan yang ala kadarnya, kami berangkat ke Probolinggo menggunakan bis Indonesia Abadi. Setelah sampai di terminal Ubung kami berbincang dengan supir bis jika tujuan kami sebenarnya adalah desa Besukih, Situbondo. Dan akhirnya kami diturunkan di Pasar Desa Besuki untuk melanjutkan perjalanan ke Desa Baderan yang kurang lebih 45 menit lagi menggunakan ojek. Langit masih gelap ketika kami turun di simpang jalan desa, tapi aktifitas masyarakat di sana sudah berjalan normal, orang jalan berlalu lalang untuk melakukan aktifitas mereka, ada yang ke pasar, ada yang mengantar anaknya ke sekolah, ada juga tukang ojek yang sudah menunggu kami di depan Alfa Mart. Tukang ojek itu memberi kami harga Rp.50.000 sedangkan menurut infomasi ...

one week left to live

Selain instagram, media sosial yang sering saya buka adalah Ask.Fm. saya bukan pengguna aktif mungkin hanya penikmat atau pembaca dari berbagai jawaban orang-orang yang saya follow. Jawaban mereka variatif, ada yang lucu, mencerdaskan dan ada pula yang hanya sampah, kemudian ada satu pertanyaan yang menggelitik, kira-kira pertanyaannya seperti ini : “if you were told you only had one week left to live, what would you do ?” pertanyaan ini kemudian membuat saya merenung dan menjadi sangat emosional, bahkan sempat merasa sedih beberapa saat setelah memikirkan jawabannya. Sebelumnya saya berterima kasih karena masih diberi waktu untuk menyiapkan diri bahkan dalam keadaan sehat sebelum benar-benar pergi meninggalkan semuanya, walaupun hanya satu minggu tapi rasanya itu sudah cukup walaupun terlalu banyak hal yang ingin saya lakukan. Hari pertama: Saya akan menulis beberapa surat kepada orang-orang yang (mungkin) pernah saya sakiti, orang-orang yang sangat berpengaruh dalam kehi...