aku pasti kemBali
Ku amati lamat-lamat sayap pesawat yang siap lepas landas membelah awan dan meninggalkan Pulau yang telah menempaku menjadi seperti sekarang ini. Pikiran mulai menerawang betapa tempat yang akan segera ku tinggalkan ini menyimpan banyak sekali cerita hidup yang begitu menghidupkan. Rasanya seperti baru putus dengan kekasih, sedih karena disiksa kenangan. Begitulah perasaanku ketika meninggalkan Bali untuk ke dua kalinya. Perasaan yang beda saat meninggalkan Bali pertama kali, ada perasaan “aku pasti kembali dalam waktu dekat”, setidaknya itu menenangkan walaupun aku tak tau kapan. Namun kini, di bandara yang sangat ramai dengan kepergian dan perpisahan perasaan itu tidak muncul, yang ada hanya rasa kehilangan yang entah datang dari mana, seolah menjadi pertanda. Keberadaanku yang kurang lebih 10 hari di Bali ku pakai dengan baik, setiap tempat yang ku kunjungi selalu melemparku ke masa lalu, kemudian bertanya dalam hati terakhir aku ke sini sama siapa dan kapan, seolah bernost...