Posts

Showing posts from August, 2015

mencintai seorang pejalan

Mencintai seorang pejalan tidaklah mudah. Itulah mengapa banyak pejalan yang memilih sendiri, bercumbu dengan sekitarnya saja dari pada terikat pada satu hati.     Mencintai seorang pejalan tidaklah mudah karena seorang pejalan memiliki hati yang bebas, menganut paham kebebasan, tanpa terkekang oleh sesuatu atau seseorang. Mencintai seorang pejalan tidak mudah. Mereka tanpa mengenal waktu dapat berpindah tempat ke manapun mereka mau tanpa mempertimbangkan izin darimu. Mencintai seorang pejalan tidaklah mudah. Sahabat, teman, kerabat dan keluarga mereka sangatlah banyak, berserakan di berbagai titik tempat. Mencintai seorang pejalan tidaklah mudah. Waktu mereka akan habis dijalan atau bertukar cerita dengan teman yang mereka temui di perjalanan. Mencintai seorang pejalan tidaklah mudah.   Akan banyak sekali bertemu pribadi yang bisa saja itu lebih baik darimu dipersinggahan perjalanan mereka. Mencintai seorang pejalan tidaklah mudah. Iya, tida...

merayakan sepi

Akhir-akhir aku sering kali berteman dengan sepi, bukan karena aku kesepian tapi memang aku lagi menikmati kesendirian. Tak jarang aku menghabiskan waktu di kedai kopi berjam-jam mengerjakan tugas akhirku, kemudian tersadar bahwa hanya aku yang duduk sendiri di sana, rasanya biasa saja, bahkan aku menikmatinya tanpa ada beban.  Dulu, aku tipikal wanita yang enggan makan sendiri, duduk di sebuah rumah makan sendirian itu rasanya kasihan. Tapi sekarang aku sudah berani dengan percaya diri makan sendiri di tempat ramai.  Bahkan aku juga beberapa kali duduk di depan  mini mart  dengan sekaleng kopi, duduk sendirian, memikirkan tentang yang harus dipikirkan.  Atau sekedar menghabiskan waktu membaca buku di Kos yang akhir-ahkhir ini  sedang sepi-sepinya.  Aku benar-benar menikmat kesendirianku. Bagiku, sepi selalu mempunyai tempatnya sendiri di tengah keramain. Sediri mengajarkanku untuk  melihat dan mendengar lebih banyak, lebih bisa mengamat...