Merayakan Ingatan ; Gunung Rinjani
Beberapa waktu lalu, disela obrolan ringan dengan seorang kawan terselip satu pertanyaan yang cukup menggelitik, pertanyaan itu ; “Gunung apa yang paling berarti buat saya?”. Lantas saya berfikir sejenak, kemudian menjawab dengan penuh keyakinan bahwa Gunung Rinjani paling berarti buat saya. Lantas, ingatan saya terlempar jauh pada masa-masa yang terjadi di gunung itu, gunung tercantik, begitulah kata orang-orang. Gunung Rinjani adalah Gunung tertinggi pertama saya, saat ambisi naik gunung baru naik ke pucuknya. Saya menyambangi Gunung Rinjani 3 kali, pertama kali di tahun 2014 dan Bulan Maret dan May di tahun 2016, dengan orang-orang yang berbeda dengan suguhan cerita yang luar biasa. Di gunung rinjani saya pernah menahan tangis karena masalah cinta yang sudah tidak ada kelanjutannya, kemudian tumpah di malam yang dingin ditemani sahabat saya kala itu, saya ingat bagaimana danau segera anak menjadi saksi bisu bagaimana cinta membuat saya dulu tampak lemah, nyatanya...