Posts

Showing posts from 2014

kado natal

Image
Bukankah malam natal santa claus selalu membawa kado natal yang paling kita inginkan? Tapi mengapa di malam ini, bukan santa claus   yang membawa kado natal, tapi  hujanlah yang membawa kabar buruk kepadaku, kabar yang menyesakkan jiwa, menguncang dunia untuk orang –orang yang ku kasihi.. Malam ini, saat aku sedang tertawa bersama teman-temanku, diujung telvon aku mendengar kamu telah berpulang kepadaNya. Aku terdiam membayangkan bahwa aku belum   bertemu denganmu semenjak dirimu kritis, dan aku cukup menyesal tidak menyempatkan diri untuk mengunjungimu ketika berada di kotamu. Rasa sesak memenuhi hatiku rasanya ingin menangis sekencang-kencangnya tapi aku sebisa mungkin menahan karena tempat itu ramai sekali. Hujan semakin mengamuk, seolah langit ikut   menangis karena kepergianmu.  Aku mempersiapkan diri untuk menyambut natal tahun ini dengan melihat tubuh kakumu, diiringi suara tangis dari orang-orang terkasihku. Inikah kado natal di tahun ini ...

Tentang jarak yang memisahkan terlalu jauh,

Tentang jarak yang memisahkan terlalu jauh, Aku lelah, ruangan ini penuh dengan asap mengumpal karena pikiranku menerawang terlalu jauh, ingin rasanya aku memuluk tubuhmu, mencium wangi tubuh itu, meresapinya hingga ke ubun-ubun, tapi apa daya aku tak mampu, karena terlalu jauh kau disana, bahkan hal yang ku namakan sekarang adalah sebuah ilusi, mirisnya aku bahkan tak tau apakah warna matamu sudah berubah atau mungkin wangimu sudah tak seperti dulu. Aku masih menunggu disini, sejak kepergian itu. Tapi aku tak tahu apakah aku masih sanggup berdiri tegak menunggu kepulanganmu di tempat aku mengantarmu sore itu, saat dirimu pulang membawa semua perubahan yang telah diresapi waktu.  Aku tak bisa berjanji akan tetap masih sama seperti yang kau inginkan hingga waktu tiba mempertemukan kita nanti.. mungkin, karena.... Kini kau terlalu jauh, sering, aku ingin menyerah tapi aku menyakini diriku  bahwa waktu akan cepat berlalu dan membawa kita pada hari itu. ...

2 potong keresahan

1. Perahu berlayar mengitari pesisir pantai, Membawa asa yang pernah kau tinggalkan, Sepi bersama suara ombak, Atau harus menjadi gaduh agar semua terdiam  seperti gugus awan hitam yang berubah menjadi rintihan bulir hujan, Ah aku tak pernah tahu, sejauh mana semua telah pergi, Yang ku ingat, kau pergi dalam lamunan panjang tentang pantai ini, Sepi dan sedikit rasa resah.. Balangan, hari pertama di bulan terakhir 2. Aku takkan pernah tau rasa kecewamu, Rasa kecewa seorang putri di pesisr pantai, Pandanganku berkata tentang dirimu, Ada dengan dia di pesisir pantai, Bahasa tubuhnya berkata,  seorang putri yang tak kesepian walau kapal yang ditunggu telah pergi, Telah ku buatkan kapal untukmu, kejar dan carilah.. Kapal ini memang tidak indah, Hanya itu yang ku bisa. sebuah balasan chat setelah ku kirim sepotong resah kepada seseorang..

jalan yang dipersulit

Pernahkah langkahmu serasa dipersulit, saat mereka dimudahkan untuk   tujuan yang sama? Aku pernah, bahkan beberapa kali, aku harus menempuh usaha yang sedikit lebih keras dan panjang   dari mereka. Cerita KKN tidak pernah habis. Salah satunya berawal dari sini, Kuta, Sunny 16, akhir bulan July,   02:30 WITA Saat semua orang sibuk bersorak-sorai dan mengeluh karena mereka semua sudah mendapatkan lokasi KKN, dipojok teras cafe itu, aku masih duduk lemas sambil menutup laptopku, kemudian menelvon beberapa temanku, bahwa ada kesalah dari pihak LPPM jadi aku tak bisa memilih lokasi KKN saat itu juga. Melihat kelegaan mereka membuatku semakin gelisah, karena aku harus menunggu beberapa jam lagi untuk tahu aku KKN dimana. Aku memutuskan untuk segera pulang karena kondisiku yang sebenarnya sangat sedih karena belum tahu akan melewatkan 30 hari dimana, diperparah hari itu aku masih ada ujian.  Pukul 03.15 aku merabahakan tubuhku diatas kasur, rasanya malam...

hari yang penuh dengan kegelisahan

Aku terbangun dari tidur soreku. Keringat bercucuran seperti habis berlari, ah kota ini masih saja panas setelah bulan november yang merindukan hujanpun mendakati tengah bulan. Aku bangun dengan pikiran yang sangat gelisah. Seketika aku mencari ponselku, menghubungimu adalah hal pertama yang akan ku lakukan ketika aku sedang banyak pikiran.  Tak banyak yang ku ucapkan, yah dengan hanya mendengar suaramu saja aku sudah sedikit tenang. Aku mendengar bahwa kau sangat lelah karena telah melakukan perjalanan jauh, aku hanya bisa mengatakan, istirahat saja. Jangan melakukan hal yang sering kau lakukan itu, nanti kamu sakit. Kemudian kamu mengatakan, aku kenapa? Tumben sekali menelvon sore seperti ini, aku terddiam beberapa saat, air mata diujung mataku jatuh, tangis yang tertahankan seakan melawan untuk menumpahkan segalanya. “ah, mumpung aku lagi di kos, jadi aku sempatkan menelvonmu” kamu malah menjawab aku sibuk sekali. Aku berusaha mengontrol batinku yang sebentar lagi pec...

berjalan menuju puncak

Image
“kemana aja lo, jalan-jalan aja kerjanya” begitulah ungkapan sebagian orang yang bertemu denganku.. Banyak yang berubah sejak negara api menyerang. Itulah mungkin yang bisa menggambarkan kondisiku   sekarang. Bukan mencari pelarian atau sok menyibukan diri, tapi semua kesenangan silih berganti datang menjemput, yang kemudian mengajakku bertemu dengan orang-orang hebat, mengantarku ke tempat-tempat luar biasa, menciptakan pengalaman yang tak ternilai. Dan mengetahui hal-hal yang tidak ku ketahui.  Satu pengalaman tak ternilai yang tak akan pernah ku lupakan adalah menapaki puncak dewi anjani.    Awalnya aku merasa salah jalan, menanyakan kepada diriku kenapa aku berada disana, namun setelah pulang ada rindu yang tertinggal dan candu yang menguasai diri.  ...... “mendaki rinjani loh, minimal harus pernah naik agung sama semeru dulu, baru bisa kesana, emang kamu udah mendaki gunung apa aja?” itulah ungkapan orang   sewaktu tau aku akan m...