Gunung Semeru : Menggapai sang maha perkasa, Mahameru...
“kita berhenti di Musolah aja yah gaes, sambil nunggu hujan reda” teriak bang oci sambil menurunkan satu persatu carrier kami dari jep mas Farel. Kami tiba pukul 19.00 di desa Ranupani, disambut dengan gemercik hujan dan dinginnya desa itu. Dingin menusuk hingga ke tulang, bahkan lantai musolah saat itu seperti es. Rencana berubah total setelah hujan datang tanpa henti. Setelah berunding akhirnya kami membatalkan nanjak malam itu, berhubung karena hanya 2 orang yang membawa jas hujan. Akhirnya kami memutuskan harus menginap satu malam di Ranupani. Untunglah, ibu penjual gorengan mau berbaik hati memberi kami tumpangan di rumahnya padahal kami datang ke warungnya dengan rusuh sambil makan gorengan yang begitu enak, eh malah diberi tumpangan gratis. . penggunsi dadakan, duh dek, kamu aja udah wisuda, kakak-kakakmu ini kapan... Sekitar pukul 06.00 kami sudah bergegas meninggalkan Ranupani menuju Ranukumbolo. Suasana Pagi ternyata lebih dingin da...