Posts

Showing posts from February, 2015

masih tujuh

1.  Kopi kopi adalah kekasih pertamamu. Kau akan terus mencarinya sesibuk apapun dirimu. Bahkan hal yang paling kau rindukan dari sebuah kepulangan adalah secangkir kopi di kedai Favoritemu. Kopi hitam tanpa gula adalah kesukaanmu. Dan aku selalu bingung mengapa ada orang yang menyukai rasa pahit dalam secangkir kopi. kita banyak bercerita tentang kopi. katamu membicarakan kopi tak akan pernah cukup semalam. 2. senja Kau menggilai senja, mengabadikan setiap perjumpaan dengannya. Padahal ia hanya sementara, itu trus yang ku yakini, tapi katamu indahnya tidak sementara. Bahkan senja adalah masa depan di hidupmu. Kau mencari senja, mencari sosok yang akan membantumu mewujugkan senja dalam hidupmu. Seindah itukah senja bagimu? 3. Perjalanan Kau menyelusuri jalan. mengukir cerita di setiap tempat persinggahanmu. Berbincang dengan orang-orang yang kau temui seolah mereka adalah sahabatmu. Tidak pernaht akut tersesat, kau terus menyelusuri jalan dengan kakimu. Menapaki ...

dari senja

Senja kemarin Senjaku senjamu Senjamu senjanya Senjanya senja Senjaku senja Senja dan mendung Ingatkah kau? Kita pernah dalam dekapan yang sama. Kita satukan sudut pandang Bawah langit yang tak beda Kemana lagi menjejakan langkah? Ketika horizon hanyalah kamu Kamu adalah kita Kamu adalah kalian Kamu adalah kamu Iya kamu. Kemana lagi ku harus bergerilya Menuju cahaya? Ketika kegamanang gulita mendera Senja jangan lekas pergi. Masih ada pantai gunung yang belum bersepadan. Namun senja tetaplah senja, Ia tak akan menjelma bahagia Meski ribuan prosa tercipta Ia tak beda nestapa Ketika malam perlahan mengoyak senja. Senja di telan mendung Sampai padu padan laut Laut tak jelas batasnya. Kepada angin dan gemuruh Akankah terubah menjadi satu elegi? Kala matahari memicingkan mata Dan senja datang ditiup. Senja bermetamorfosa Senja mulai habis terkikis Namun doa tak pernah habis. Kepadamu, batu yang tak u...

berawal

berawal saat aku memutuskan menerjang hujan hanya untuk bertemu dirimu.  Kamu sosok yang tidak ku kenal, kamu yang bahkan entah datang dari mana. Hujan membawaku padamu, saat malam sudah pekat memasuki gelapnya. Aku melihat wajah lelah tepat dihadapanku. Tatapan itu, apa kita pernah bertemu sebelumnya? Rasanya lekat dalam ingatan, sehingga aku tak sanggup menatapmu lebih lama. Siapa kamu? pertanyaan itu terus berputar di kepalaku. Apa lagi tujuan Tuhan mempertemukan kita di saat seperti ini? saat semesta  meluluh lantahkan air matanya. dan disitu kau hadir. Kata demi kata tercipta, sehingga aku tak mampu lagi mengeja tiap kata itu. teralu banyak, kepalaku penuh. Seperti buku terjemahan yang sulit aku mengerti. kau menembus segalanya. pertahananku goyah.  Apa yang harus ku lakukan? Menggapaimu ?  tapi aku takut kau akan seperti senja. Sementara. Kemudian berubah menjadi langit hitam dan lebam. Ah iya aku lupa kamu memang menyukai senja.