Posts

k a u - seseorang yang sama!

  kapan aku bisa berhenti menulis tentangmu? saat seseorang yang lebih penting hadir menggantikan 'kau' ditulisan-tulisanku selanjutnya. kelak.

masalalu dan masa (di) lalu....

Kamu tidak akan pernah bisa menghapusnya. Karena masalalu tidak ditulis dengan pensil –huruf kecil- Ketika membaca ini aku seolah terhentak dengan semua memori yang sempat aku tak ingat tapi tak benar-benar ku lupa, kembali seenak hatinya,   yah kamuuuu, masa-lalu...

sepenggal aku dan sebait do-aku

Image
Akhir-akhir ini.. Aku lupa menyapaMu.. Aku lupa mengadu kepadaMu.. Aku lupa untuk bersyukur kepadaMu.. Aku lupa untuk mengutamanMu.. Dan aku datang lagi disaat aku bingung seperti ini Maaf,  Tuhan Yesus,.. -sebait doa dari seorang anak untuk Bapanya di Sorga- doa adalah nafas orang percaya,  Kami akan berhenti berdoa ketika Kami sudah mati.  Mungkin aku selalu datang disaat aku lagi bingung menentukan arah langkahku, aku datang disaat dunia tidak bisa memberikan solusi dari semua pergumulanku, aku datang disaat dadaku sesak karena tidak mampu lagi membendung semuanya dan aku datang disaat tak ada lagi satupun yang bisa mengertiku. Aku selalu seperti itu dan pintuMu juga selalu tetap terbuka Untukku. Aku ingat  ketika berkali-kali aku datang kepadamu dengan sejuta masalahku, aku melipat tangan, tunduk dan berbicara kepadaMu melalui heningnya malam. Walaupun Kau hanya diam, tapi aku tau Kau berbicara melalui hatiku.  Kau memberika...

rumah itu hati aku~

Aku sudah muak dan berjanji pada diriku sendiri untuk tidak melihatmu lagi.. Aku marah pada diriku sendiri ketika rindu itu muncul menyerangku.. Maaf, Aku   sudah menutup rapat-rapat pintu hatiku.. Aku sudah Membuang kuncinya ke lautan,  Agar kau tidak akan menemukannya lagi! Ku kira kau tidak akan datang lagi ke rumahku, Rumah yang pernah kau tingglkan tanpa pamit, Rumah yang dulu selalu menunggumu  kembali. Kini berubah menjadi rumah tertutup untukmu.. Seketika, kau datang kembali.. Mengetuk pintu itu lagi.. Aku berusaha menutup telinga untuk tidak   mendengar ketukannya,  Sekuat aku untuk tidak bergerak menuju kearah dan membukanya.. Kau menerobos masuk kedalam rumah yang pernah kau tinggalkan begitu saja.. Aku tidak tahan, hatiku bergejolak.. Kau berhasil masuk tanpa harus menyelam ke lautan untuk menemukan kuncinya.. Di depan pintu itu, aku melihat senyummu,  Senyum yang begitu ku ...

tak sekadar rindu yang membawamu kembali

Percayalah, demi cinta; tak sekadar rindu yang membawamu kembali. Sebab luka juga adalah jalan pulang. Dan air mata akan setia membuka pintu masa lalu. Setiap rindu punya alamatnya masing-masing tapi tak semua alamat dapat ditempuh dengan selamat. Aku meninggalkanmu dan mendatangi cinta yang lain. Namun, kamu tak merasa terluka. Justru berjanji akan kembali membuktikan kesetiaan dan kebenaran cinta yang kamu teguhkan. Aku tak peduli, hingga saat aku terluka karena cinta yang membuatku melupakanmu. Kamu kembali datang, dengan cinta yang tetap utuh dan ingin kembali, aku juga merasakan hal yang sama; mencintaimu. Tapi, aku terlalu mencintaimu hingga aku tak bisa menjalani hidup denganmu. Di dadaku, ada luka yang bisa menyakiti bahkan membunuhmu. Aku mencintaimu, namun kita harus berpisah, barangkali.