Posts

mencintai seorang pejalan

Mencintai seorang pejalan tidaklah mudah. Itulah mengapa banyak pejalan yang memilih sendiri, bercumbu dengan sekitarnya saja dari pada terikat pada satu hati.     Mencintai seorang pejalan tidaklah mudah karena seorang pejalan memiliki hati yang bebas, menganut paham kebebasan, tanpa terkekang oleh sesuatu atau seseorang. Mencintai seorang pejalan tidak mudah. Mereka tanpa mengenal waktu dapat berpindah tempat ke manapun mereka mau tanpa mempertimbangkan izin darimu. Mencintai seorang pejalan tidaklah mudah. Sahabat, teman, kerabat dan keluarga mereka sangatlah banyak, berserakan di berbagai titik tempat. Mencintai seorang pejalan tidaklah mudah. Waktu mereka akan habis dijalan atau bertukar cerita dengan teman yang mereka temui di perjalanan. Mencintai seorang pejalan tidaklah mudah.   Akan banyak sekali bertemu pribadi yang bisa saja itu lebih baik darimu dipersinggahan perjalanan mereka. Mencintai seorang pejalan tidaklah mudah. Iya, tida...

merayakan sepi

Akhir-akhir aku sering kali berteman dengan sepi, bukan karena aku kesepian tapi memang aku lagi menikmati kesendirian. Tak jarang aku menghabiskan waktu di kedai kopi berjam-jam mengerjakan tugas akhirku, kemudian tersadar bahwa hanya aku yang duduk sendiri di sana, rasanya biasa saja, bahkan aku menikmatinya tanpa ada beban.  Dulu, aku tipikal wanita yang enggan makan sendiri, duduk di sebuah rumah makan sendirian itu rasanya kasihan. Tapi sekarang aku sudah berani dengan percaya diri makan sendiri di tempat ramai.  Bahkan aku juga beberapa kali duduk di depan  mini mart  dengan sekaleng kopi, duduk sendirian, memikirkan tentang yang harus dipikirkan.  Atau sekedar menghabiskan waktu membaca buku di Kos yang akhir-ahkhir ini  sedang sepi-sepinya.  Aku benar-benar menikmat kesendirianku. Bagiku, sepi selalu mempunyai tempatnya sendiri di tengah keramain. Sediri mengajarkanku untuk  melihat dan mendengar lebih banyak, lebih bisa mengamat...

6/12

Sudah masuk pertengahan tahun. Enam purnama telah bersinar. seratus delapan puluh hari lebih berganti. kejutan demi kejutan datang mengetarkan seolah ingin memberi pertanda bahwa hidup ini lebih keras dari pada yang saya bayangkan Enam bulan bukan berarti tak ada tujuan yang terselesaikan. Ada. Jelas sangat ada. Banyak perjalanan terlalui, senyum manis tercipta, dan tentu aku membuka hati lagi, membuka peluang untuk tersakiti lagi, tapi point itu kuindahkan, karena bagiku, mencintai sama dengan memberi diri untuk tersakiti atau menyakiti, cepat atau lambat, hanya menungggu waktu saja.  Enam bulan bermetamorfosa menjadi lebih baik, tanpa ada menuntut untuk merubah diri sendiri. Tapi nyatanya aku seolah berjalan di tempat, tanpa ada yang   bergeser dalam diriku, entah maju atau mundur.  sama saja. Pertengahan tahun telah ku lalap habis tanpa tersisa. Tidak mengeyangkan sedikitpun, justru malah semakin membuatku lapar. Apa yang telah terjadi enam bulan terakh...

Gunung Semeru : Menggapai sang maha perkasa, Mahameru...

Image
“kita berhenti di Musolah aja yah gaes, sambil nunggu hujan reda” teriak bang oci sambil menurunkan satu persatu carrier kami dari jep mas Farel.  Kami tiba pukul 19.00 di desa Ranupani, disambut dengan gemercik hujan dan dinginnya desa itu. Dingin menusuk hingga ke tulang, bahkan lantai musolah saat itu seperti es. Rencana berubah total setelah hujan datang tanpa henti. Setelah berunding akhirnya kami membatalkan nanjak malam itu, berhubung karena  hanya 2 orang yang membawa jas hujan. Akhirnya kami memutuskan harus menginap satu malam di Ranupani. Untunglah, ibu penjual gorengan mau berbaik hati memberi kami tumpangan di rumahnya padahal kami datang ke warungnya dengan rusuh sambil makan gorengan yang begitu enak, eh malah diberi tumpangan gratis.  . penggunsi dadakan, duh dek, kamu aja udah wisuda, kakak-kakakmu ini kapan... Sekitar pukul 06.00 kami sudah bergegas meninggalkan Ranupani menuju Ranukumbolo. Suasana Pagi ternyata lebih dingin da...

Gunung Batukaru : menjelajahi Hutan yang memiki puncak

Image
“istirahat bentar dong, aku gak kuat nih” ucapku pelan dengan nafas yang sudah tak beraturan. Perjalanan ke gunung Batukaru adalah perjalanan yang bisa digambarkan dengan 1 kata “lelah”.  Naik gunung memang tidak terlepas dari kata lelah, tapi baru kali ini aku naik gunung  mentalku benar-benar diuji. Mendaki gunung Batukaru itu berasa memasuki hutan yang lebat, panjang tapi memiliki puncak... masuk hutan Menempuh waktu sekitar 5-6 jam memang sudah bisa dikatakan luar biasa, toh sewaktu mendaki rinjani, waktu yang kami tempuh lebih banyak daripada itu.   tapi yang membedakan hanyalah kurang persiapan. Iya, tanpa pemanasan, 2 hari begadang full, dan baru pulih dari sakit. Bayangkan saja bagaimana tubuhku tidak meronta karena ia langsung ku ajak menyelusuri hutan dengan medan yang cukup membuat kita enggan mendaki lagi. Perjalanan dimulai pukul 14.15 dari  Desa Pujungan, Tabanan. Berbekal 9 liter air kami memulai perjalanan itu. personil kali ini h...

3 surat dari pengirim yang berbeda

1.       Hari ini Hari ini tanggal 1 May 2015 jatuh pada hari Jumat. Hari ini tanggal merah. Di kelender tanggal 1 Mei itu   hari libur. Jadi pasti banyak yang menunggu hari ini. terlebih tahun ini, 1 mei 2015 berpapasan dengan long weekend . Makin banyaklah orang yang sangat menunggu hari ini. mereka sudah mempersiapkan apa yang akan mereka lakukan di   long weekend ini jauh-jauh hari sebelumnya, ke mana mereka akan pergi berlibur dan yang pasti macet akan terjadi dibeberapa titik kota.  Hari ini pula hari di mana orang-orang sedang turun ke jalan mempertontonkan aksinya, berteriak seolah ingin di dengarkan, memenuhi jalan agar para petinggi negara memperhatikan mereka, yah hari ini adalah hari Buruh internasional yang kita sebut dengan May day. Selamat banyak orang yang juga merayakan ulang tahunmu walaupun tdiak secara langsung. Tapi mereka merayakannya dengan menyampaikan keluhan mereka atas apa yang mereka alami, tentang ket...