Posts

sahabat perjalanan

Image
Keseringan berpergian sudah ku bawa sejak aku masih kecil. Berkelana keluar rumah sampai mangrib, main ke komplekas sebelah yang sudah cukup jauh sehingga membuat mama sering kwatir. Hal itu terus berlanjut sampai sekarang. Salah satu Alasan aku kuliah di Balipun supaya bisa selalu jalan-jalan tanpa larangan orang tua, dan terbukti walaupun 2 tahun awal  kuliah ku gunakan untuk berorganisasi di kampus menghabiskan waktu mengurusi masalah yang bukan masalah aku sendiri, tapi aku tidak pernah menyesal karena organisasi inilah yang juga membuat aku berpergian walaupun masih dengan embel-embel “urusan kampus”.  Sampai aku tiba di titik balik di mana jalan-jalan seolah melekat dalam hari-hariku, bertemu dengan mereka yang mempunyai hobby sejalan denganku. Senang berpergian, menikmati suka-duka perjalanan, merindukan ketinggian, dan menyukai alam bebas. Bisa dikatakan aku adalah anak yang beruntung karena banyak juga yang menyukai berpergian tapi terkendala di “teman seperjalan...

menyembunyikan rasa

Belakangan ini beberapa dari orang terdekatku sedang dilanda putus cinta. Walaupun alasan mereka putus berbeda tapi alasan mereka bersedih tetaplah sama. Tidak bisa dipungkiri beberapa bulan terakhirpun kesedihan menghampiri hidupku alasannya sama dengan mereka. Namun bedanya, saya memilih untuk merasakannya sendiri. Sering sekali sahabat-sahabat saja mengatakan bahwa saya adalah orang yang paling sok kuat di dunia ini padahal hatinya hancur sejadi-jadinya. Saya hanya bisa tertawa mendengar itu semua. Memang benar saya adalah wanita yang paling sok kuat dari semua yang mereka kenal. Tapi itu adalah pilihan yang sudah menjadi kebiasaan dalam hidupku. Memakai topeng berlapis-lapis sehingga tak ada yang tahu apa yang sedang saya rasakan. Bukan hanya tentang patah hati, melainkan jatuh cintapun sedemikian rapat saya simpan sampai kalian sendiri yang tahu dengan cara lain. Bagi yang mengenal saya, kalian pasti tahu bahwa saya jarang sekali meng upload foto bersama pacar di sosial ...

semestamu menjatuhkanku

semestamu datang saat ketakutan ini memporak-porandakan pikiranku, tenang, saat sekitarku tenang, tapi tidak denganku, aku benar-benar resah..  ketakutan mengejarku saat kau menjatuhkan semestaku kedalam ketenanganmu, ah ada apa ini? mengapa rasanya hangat. sehangat selimut di kamarku... tak ada daya untuk tak memperdulikannya,  kau trus mengganggu dengan ketenanganmu, di saat ketakutanku semakin menjadi, bahkan hampir membawaku jatuh ke dalam rasa takut itu. kau masih disitu.  jangan berlalu dari lamunanku. aku tak akan takut lagi. bahkan saat rasa takut itu hidup dalam diriku, persis saat semesta mempertemukan mata ini dengan duniamu.  pun aku akan siap, menerima semestaku yg akan berlalu seperti dulu , saat semua ku anggap telah mendekati kata sempurna. untuk tenangku yang mengelisahkan, berlalulah sekarang karena kau masih kuberi kesempatan.  january 2015

hujan bulan november

hujan bulan november seperti kabar baik yang selalu dinantikan, seperti kehidupan baru yang akan segera dilahirkan, pada bulir-bulir air yang jatuh perlahan terselip doa-doa dari  bumi yang gersang, dan kami yang kekeringan,  hujan bulan november, ditandai dengan rintik jatuh memecah tanah, terhempas memukul bumi,  menerbos cepat di udara,  di ikuti dengan hujan kecil yang jatuh membasahi pipi, karena sepenggal kisah telah hilang bersama daun-daun kering yang akan segera tersapu oleh hujan bulan november. 

senja di malam yang pekat

kamu tahu aku selalu menantimu dengan bersemangat, walaupun terkadang aku telat melihat rupamu yang begitu memukau, menyaksikan sisa biasmu saja aku bahagia, aku ingat sore itu, saat aku duduk di tepi pantai menantimu sambari sesekali tertampar angin, hingga langit berubah menjadi hitam pekat kau tak muncul, aku tak jera apalagi kecewa karena aku tahu kau muncul hanya pada waktu- waktu yang baik.. hingga pada suatu sore dilain hari, aku datang bukan untuk menunggumu tapi segerombalan anak datang menyeretku, untuk melihatmu. kau datang sedikit demi sedikit hingga membuat aku sakit, pelan-pelan aku mundur menepikan diri dari bayangmu yang terlalu menyilaukan. saat kau sudah berganti dengan gelap bercampur garam, aku semakin sakit bahkan sekarat bahkan mencoba menari dalam kegelapan, namun aku tahu kita sama-sama sakit, kau mengajakku untuk sembuh tapi aku menolak. biarkanlah sakit ini mendanging sehingga bercampur dengan tubuhku. agar kau tak lagi tau mana sakit yang kau bua...

seorang pria dan sekelumit kata

dhia….n ; awal tahun saat tetesan hujan memeluk bumi yang sudah hampir tenggelam dalam basahnya peluh, kau hadir,   kau datang tiba-tiba, kemudian begitu saja hidupku selalu penuh dengan namamu, malamku penuh dengan kerinduanku, siang paling cerahku ada pada hadir-hadirmu waktu terus berputar mengada-ada seolah mengejek kita dalam ketiadaan, kita pernah terjebak pada hari yang begitu membosankan, sehingga diam menjadi teman setia yang menggerogoti, atau melewati hari yang menakjubkan, menghabiskan detik dengan langkah ke kepingan surga yang dititipkan di bumi,   pun pernah punggung memunggui demi ego setinggi gunung,   kau yang namanya ku sebut dalam doa yang penuh dengan kegelisahan, karena selalu menebak-nebak apakah hari esok masih seperti ini atau malah sebaliknya, kau yang sedekat dengan detak jantungku, bahkan kau bisa mendengar itu dengan jelas,   dan, kau yang berjarak sangat jauh, sejauh-jauhnya laut dan langit, bahkan sekedar melihatmu saj...

perjalanan pribadi bernama "Sarjana Hukum"

Image
Masa SMA itu memang indah, tapi masa Kuliah adalah masa-masa yang tak akan terlupakan. Tempatmu belajar akan banyak hal, mengenal orang-orang hebat, jahat dan baik semuanya terkumpul menjadi satu.  4 tahun saya berproses di masa kuliah dengan sangat baik, setidaknya menurut saya pribadi. Dimulai dari tahun pertama dan kedua terlewatkan dengan sibuk berorganisasi, mengurus masalah kampus, acara kampus sampai waktuku lebih banyak tersita di Student Center dari pada di Kos. Tahun ke tiga dan ke empat ku habiskan berkelana ke sana ke mari walaupun 2 tahun berdinamika di BEM Univ dan LPM Akademika juga telah banyak membawaku ke tempat-tempat luar biasa.  Diantara semua tahun di bangku kuliah, tahun ke empat adalah hal yang cukup berat ku hadapi.  Persoalan tugas akhir yang tak kunjung berakhir membuatku stress. Terlebih aku lebih banyak mendapatkan waktu luang selama hampir setahun karena menunggu kabar dari dosen yang membuat saya semakin stress. Bukan karena apa...