Posts

ingatan yang mengejutkan

aku sudah lupa bulannya terlebih tanggalnya. Lagian ini bukan pertemuan pertama, entahlah aku biasanya selalu ingat pertemuan pertama aku bertemu seseorang namun kali ini dengan dia berbeda, sepertinya pertemuan pertama kami tidak terekam jelas ah bukan aku tidak mengingatnya lagi. Yah aku meminta maaf tidak mengingat pertemuan pertama denganmu, mungkin karena tidak ada yang spesial dan kamu bukan orang yang spesial saat itu ,   tapi anenhya kejadian yang satu ini, selalu aku ingat, dan ku anggap sebagai pertemuan pertama aku dan kamu. dan mengejutkan karena pertemuan in bukan kejadian spesial dan kamu bukan yang terspesial saat itu...................

ruang kecil..

Hidup itu tentang perpidahan. Berpindah dari dimensi waktu yang terus mengejar kita , berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain dan tentu saja berpindah dari hati ke hati yang berbeda, dan kita akan berhenti untuk berpindah ketika kita sudah menemukan tempat idaman yang aman dan nyaman untuk menjadi tujuan terakhir kita untuk pulang dalam kondisi apapun. Yah tempat itu akan kita sebut sebagai “Rumah”, rumah yang berbentuk bangunan ataupun rumah yang berbetuk sandaran hati seseorang.    Berpindah adalah perkara meninggalkan dan menempati ruang baru yang sangat asing bagimu karena itu banyak yang tidak bisa bertahan lalu mereka terus berpindah sampai mereka menemukan apa yang mereka cari. Seperti pula aku, dimensi waktu kembali membawaku kepada hal yang tak sukai yaitu ‘perpindahan’ setelah mengalami perpidahan hati, pun sekarang aku ikut berpindah tempat tinggal. Mungkin begitulah garis yang telah Tuhan tetapkan untukku. Berpindah, berpindah dan berpindah s...

tangis dan hujan

pagi yang dirayakan dengan tangisan, adalah pagi yang penuh pilu, dekap tangis yang tertahankan dalam diam, tetap menjadikan pagi itu begitu hening, rintihan hati yang menjerit perih, pun tak terdengar oleh dunia, adakah yang salah dengan pagi kali ini? mungkin. karena kau tak pernah menyapa dipagi sepagi ini. bahkan hujan lebih sering menemaniku menangis. ataukah aku harus pergi keluar, merekamkanmu bunyi hujan dipagi ini, agar kau bisa tahu, bahwa aku ingin seperti hujan, tak peduli kepada siapapun, dia bebas mengeluarkan bulir airnya, kapan, dimanapun, dalam kondisi apapun, sesuka hatinya... seriang tangisannya.. andaikan bisa,  sayangnya, kamu tidak akan mengizinkan.. 

mungkin beginilah saya,

Image
Akhir-akhir ini saya sedang gelisah. sering merasa kesepian. Banyak pikiran dan sepertinya itu menjadi beban. Beban ujian kuliah yang sedang sementara saya lalui dan pikiran tentang dia. banyak yang ingin saya bagi disini namun nyatanya tak pernah cukup jika harus menafsirkan apa yang saya rasakan. Yang pasti perasaan saya saat ini sedang kacau dan kemudian bercampur menjadi satu. Itu sangat terlihat ketika saya habis menelvonnya, saya kadang-kadang menangis tidak jelas yang entah apa penyebabnya. Setelah menangis saya pergi ke dapur dan menyeduh kopi. kemudian, membuka laptop, membaca materi dan mulai belajar. Setelah kepala panas karena apa yang dipelajari tidak masuk ke dalam otak, saya mulai menangis lagi. Kemudian, saya mengambil handuk dan mulai menyiram kepala saya dengan air dingin. Setelah itu semuanya kembali normal. Entah apa yang terjadi dengan diriku. kekwatiran berlebihan ? mungkin. Atau tekanan ujian yang kali ini lebih sulit dari ujian-ujian lainnya terk...

rindu

aku rindu, serindu ingatan yang mulai memenuhi pikiranku, aku rindu, serindu pertemuan yang mulai menipis, aku rindu, serindu kepercayaan yang mulai teruji, aku rindu, serindu ketiadaan yang mulai terbiasa,   aku rindu, serindu pagi merindukan kita.. aku rindu, benar-benar rindu, - rindu dipagi hari yang jengah-  

artikel menarik

http://daraprayoga.com/sepertinya-kita-harus-berhenti-stalking/ artikel menarik, buat kamu-kamu, yang rutin membuka blog ini diwaktu senggangmu, selamat membaca :)

new year eve ;)

Pukul 23 : 00 WITA ; hujan masih saja turun membasahi dunia, ditemani bunyi petasan di luar sana menambah kebisingan malam tahun baru kali ini.. “kamu masih berniat ke sana?” tanya dia sambari melihat jam di tanganya, “tentu saja, tapi apa kita masih sempat, sekarang sudah pukul 23 : 10, dan kita masih diam disini, belum macetnya, dan tentu saja jalan kakinya” jawabku penuh keinginan dicampur keraguaan “kalau begitu ayo pergi” kemudian dia menarik tanganku.. Hujan gerimis mengawali perjalanan itu. dengan laju motor diatas rata-rata menembus bulir hujan yang membasahi bumi. Beberapa saat kemudian, kami tiba tepat pukul 23.33. central parkir masih jauh dari pantai Kuta, kita harus menembuh   sekitar 45 menit untuk berjalan kaki dan kami hanya punya waktu tidak kurang dari 25 menit dan malam itu hujan pun tak juga menampakan pengertiannya. kami tidak menyerah, perjalanan itu dimulai dengan menyelusuri jalan yang ramai dengan manusia dan basah karena hujan. Kam...